ALIRAN
ALIRAN PENDIDIDKAN
A.
Aliran
Empiris
Aliran
empiris di pandang berat sebelah sebab hanya mementingkan peranan pengalaman
yang di peroleh dari lingkungan,
sedangkai anggap tidan kemampuan dasar yang di bawa sejak lahir tidak
menentukan. Menurut kenyataan dalam kehidupan sehari hari terdapat anak yang
berhasil karena berbakat, meskipun lingkungan tidak mendukung. Keberhasilan ini
di sebabkan oleh adanya kemampuan yag berasal dari kemauan keeras dan kecerdasan
. Anak berusaha untuk mendapatkan lingkungan yang di inginkan untuk
mengembangkan potensi atau bakat yang ada dalam dirinya. Penganut ini masih
memandang manusia sebagai makhluk yang pasif dan dapat di manipulasi, melalui
manipulasi tingkah laku.
Aliran
empirisme mengatakan bahwa pembawaan itu tidak ada, yang di miliki anak adalah
akibat dari pendidikan baik atau buruk sejak kecil. Jadi perkembangan anak
menjadi manusia biasa itu sangat di pengaruhi oleh lingkungan atau pengalaman
yang di terimanya sejak kecil. Sehingga manusia mau menjadi apa saja atau
menurut kehendak lingkungan atau pendidikan.
B. Aliran
Nativisme
Tokoh
aliran nativisme adalah Schopenhauerseorsng filsuf yang hidup pada tahun
1788-1880. Alira ini berpendapat
perkembangan individu di tentukan oleh faktor faktor yang di bawa sejak lahir. Faktor
lingkungan tidak berpengaruh.
Nativisme berpendapat jika anak
memiliki bakat jahat dari ia lahir ia akan menjadi jahat, sebaliknya jika anak
baik dari ia lahir akan menjadi anak baik . keberhasilan pendidikan di tentukan
oleh anak itu sendiri. Meskipun dalam kenyataan seharihari di temukan anak
mirip orang tuanya, tetapi , pembawaan itu bukan satu satunya faktor yang
menentukan perkembangan. Kaum nativisme berpendapat bahwa pendidikan tidak
dapat mengubah sifat sifat pembawaan.
C.
Aliran
Naturalisme
Pandangan yang ada persamaannya dengan
nativisme adalah naturalisme yang di pelopori oleh J.Jrousseau (1712-1778).
Natyralisme mempunyai pandangan bahwa setiap anak lahir di dunia menpunyai
pembawaan baik, namun hal tersebyt dapat brubah karena faktor lingkungan
sehingga naturalisme juga sering di
sebut negativisme,menurut (M.Arifin danAmirudin R 1992:9) bahwa anak belajar
itu melaluipengalaman sendiri. Pendidikan hanya menyediakan lingkungan belajar
yang menyenangkan pendidikan berperan sebagai moderator atau narasumber untuk
mendorong ke arah positif, mendorong keberanian dan tanggap untuk memperoleh
bimbingan dan sugesti yang baik dari pendidik dan tanggung jawab. Program
pendidikan di sekolah harus di sesuaikan minat dan bakat
D.
Aliran
Konvergensi
Tokoh
aliran konvergensi adalah wilian Stern. Ia seorang tokoh pendidikan jerman
yang hidup di tahun 1871-1939. Aliran
ini merupakan kombinasi dari aliran natifisme dan embpirisme. Aliran ini
berpendapat bahwa anak lahir sudah mempunyai bakat baik dan buruk,selanjutnya
di tentukan oleh lingkungan. Jadi faktor itu sangat penting . t tidak akan
berkembang degan bak jka tidak ada dukungan dari lingkungan. Sebagai
contoh,hakikat kemampuan anak manusia berbahasa dengan kata-kataadalah juga
hasilkonvergensi.lingkungan pun mempengaruhi anakdidik dalam mengembangkan
bembawaan bahasanya. Karena setiap anak mengunakan bahasa lingkunganya,misalnya
bahasa jawa,bahasa sunda,bahasa inggris,dan dll.
Kemampuan
anak berbeda beda utuk mempelajari bahasa mungkin tidak sama. Karena ada fakto
faktor kuantitas bembawaan dan berbedaan situasai lingkungan. Meskipun
lingkungan tersebut menggunakan bahasa yang sama. Wilian stern berpendapat
bahwa hasil pendidian tergantung dari pembawaan dan lingkungan. Karna itu,teori
W.Stern di sebut teori konvergensi(konvegen artinya memusat ke satu titik ).menurut teori konvergebsi ada tiga Prinsip: (1)
Pendidikan mungkin untuk dilaksanakan(2) Pendidikan di artikan sebagabai
pertolongan yang di berikan lingkungan kepada anak didik untuk mengembangkan
potensi yang baik dan mencegah berkembangnya potensi yang kurang baik, dan (3)
yang membatasi adalah pembawaan dan lingkungan.
Variasi-variasi
itu tercemin antara lain dalam perbedaan pandang tentang strategi. Seperti strategi disposisional/konstitusional,
strategi phenomenologis/humanistik, strategi behavioral, strategi
psikodinamik/psiko analitik dan sebainya. Jadi tegasnya proses pendidikan
adalah hasil kerja sama dari faktor-faktor yang di bawa ketika lahir dengan
lingkungan.
E.
Aliran Progresivisme
Tokoh
aliran progresivisme adalah john dewey.
Aliran ini berpendpat bahwa manusia mempunyai kemampuan-kemampuan yang
wajar dan dapat menghadapi serta mengatasi masalah yang bersiat menekan,
ataupun masalah-masalah yang bersifat menekan dirinya. Aliran ini memendang
bahwa peserta didik mempunyai akal dan kecerdasan. M anusia memiliki sifat
dinamis dan kreatif yang di dukung oleh kecerdasanya sebagai bekal. Peningkatan
kecerdasan menjadi tugas utama prndidikan, yang secara teori mengerti karakter
peserta didiknya.
Peser
didik tidak hanya di pandang sebagai kesetuan jasmni dan rohani, nsmun juga
termanifestasikan. Jasmani dan rohani, terutama
kecerdasan perlu di optimalkan . Artinya peserta didik di beri kesempatan untuk
bebas dan sebanyak mungkin mengmbil
bagian dalam kejadia-kejadian yang berlangsung di sekitarnya,sehingga
suasanabelajar timbul di dalam maupun di luar sekolah.
`F.
Aliran Konstruktivisme
Gagasan
pokok aliran ini di awali oleh Giabatista Viko, seseorang episteminolog Italia.
Ia di pandang sebagai cikal bakal lahirnya konstruktivisme. Ia mengatakan bahwa
tuhan adalah pencipta alam semesta dan manusia adalah tuan ciptaan (Paul
Suparno,1997:240.)Hanya tuhan yang dapat mengetahui segala sesuatu karena Dia penciptasegala
sesuatu itu. Bagi Vico, pengetahuan dapat menunjuk struktur konsep yang di
bentuk.
Aliran
ini di kembangkan oleh Jean Pieget. Melalui teori perkembangan kognitif, Pieget mengemukakan bahwa pengetahun
merupakan interaksi kontinu individu satu dengan lingkunganya. Pengetahuan
merupakan suatu proses, bukan suatu barang.
Menurut Piaget mengerti adalah proses adaptasi intelektual antara
pengalaman dan ide dengan pengetahuan yang telah di milikinya.
Aliran ini juga mempunyai bahwa
pengetahuan mutlak di peroleh dari hasil kontruksi kognitif dalam diri
seseorang , memiliki pengalaman yang di terima lewat panca indra . Aliran ini
beralasan bahwa pengetahuan bukan barang yang bisa di pindahkan sehinggga jika
pembelajaran di tunjuk untuk enstranfer ilmu , perbuatan iti akan sia sia
.
No comments:
Post a Comment