Tuesday, April 18, 2017

aliran aliran pendidikan

ALIRAN ALIRAN PENDIDIDKAN
A.     Aliran Empiris
Aliran empiris di pandang berat sebelah sebab hanya mementingkan peranan pengalaman yang di peroleh  dari lingkungan, sedangkai anggap tidan kemampuan dasar yang di bawa sejak lahir tidak menentukan. Menurut kenyataan dalam kehidupan sehari hari terdapat anak yang berhasil karena berbakat, meskipun lingkungan tidak mendukung. Keberhasilan ini di sebabkan oleh adanya kemampuan yag berasal dari kemauan keeras dan kecerdasan . Anak berusaha untuk mendapatkan lingkungan yang di inginkan untuk mengembangkan potensi atau bakat yang ada dalam dirinya. Penganut ini masih memandang manusia sebagai makhluk yang pasif dan dapat di manipulasi, melalui manipulasi tingkah laku.
Aliran empirisme mengatakan bahwa pembawaan itu tidak ada, yang di miliki anak adalah akibat dari pendidikan baik atau buruk sejak kecil. Jadi perkembangan anak menjadi manusia biasa itu sangat di pengaruhi oleh lingkungan atau pengalaman yang di terimanya sejak kecil. Sehingga manusia mau menjadi apa saja atau menurut kehendak lingkungan atau pendidikan.
B.     Aliran Nativisme
Tokoh aliran nativisme adalah Schopenhauerseorsng filsuf yang hidup pada tahun 1788-1880.  Alira ini berpendapat perkembangan individu di tentukan oleh faktor faktor yang di bawa sejak lahir. Faktor lingkungan tidak berpengaruh.
                                    Nativisme berpendapat jika anak memiliki bakat jahat dari ia lahir ia akan menjadi jahat, sebaliknya jika anak baik dari ia lahir akan menjadi anak baik . keberhasilan pendidikan di tentukan oleh anak itu sendiri. Meskipun dalam kenyataan seharihari di temukan anak mirip orang tuanya, tetapi , pembawaan itu bukan satu satunya faktor yang menentukan perkembangan. Kaum nativisme berpendapat bahwa pendidikan tidak dapat mengubah sifat sifat pembawaan.
C.     Aliran Naturalisme
                         Pandangan yang ada persamaannya dengan nativisme adalah naturalisme yang di pelopori oleh J.Jrousseau (1712-1778). Natyralisme mempunyai pandangan bahwa setiap anak lahir di dunia menpunyai pembawaan baik, namun hal tersebyt dapat brubah karena faktor lingkungan sehingga naturalisme juga  sering di sebut negativisme,menurut (M.Arifin danAmirudin R 1992:9) bahwa anak belajar itu melaluipengalaman sendiri. Pendidikan hanya menyediakan lingkungan belajar yang menyenangkan pendidikan berperan sebagai moderator atau narasumber untuk mendorong ke arah positif, mendorong keberanian dan tanggap untuk memperoleh bimbingan dan sugesti yang baik dari pendidik dan tanggung jawab. Program pendidikan di sekolah harus di sesuaikan minat dan bakat
D.     Aliran Konvergensi
Tokoh aliran konvergensi adalah wilian Stern. Ia seorang tokoh pendidikan jerman yang    hidup di tahun 1871-1939. Aliran ini merupakan kombinasi dari aliran natifisme dan embpirisme. Aliran ini berpendapat bahwa anak lahir sudah mempunyai bakat baik dan buruk,selanjutnya di tentukan oleh lingkungan. Jadi faktor itu sangat penting . t tidak akan berkembang degan bak jka tidak ada dukungan dari lingkungan. Sebagai contoh,hakikat kemampuan anak manusia berbahasa dengan kata-kataadalah juga hasilkonvergensi.lingkungan pun mempengaruhi anakdidik dalam mengembangkan bembawaan bahasanya. Karena setiap anak mengunakan bahasa lingkunganya,misalnya bahasa jawa,bahasa sunda,bahasa inggris,dan dll.
Kemampuan anak berbeda beda utuk mempelajari bahasa mungkin tidak sama. Karena ada fakto faktor kuantitas bembawaan dan berbedaan situasai lingkungan. Meskipun lingkungan tersebut menggunakan bahasa yang sama. Wilian stern berpendapat bahwa hasil pendidian tergantung dari pembawaan dan lingkungan. Karna itu,teori W.Stern di sebut teori konvergensi(konvegen artinya memusat ke satu titik ).menurut  teori konvergebsi ada tiga Prinsip: (1) Pendidikan mungkin untuk dilaksanakan(2) Pendidikan di artikan sebagabai pertolongan yang di berikan lingkungan kepada anak didik untuk mengembangkan potensi yang baik dan mencegah berkembangnya potensi yang kurang baik, dan (3) yang membatasi adalah pembawaan dan lingkungan.
Variasi-variasi itu tercemin antara lain dalam perbedaan pandang tentang strategi.  Seperti strategi disposisional/konstitusional, strategi phenomenologis/humanistik, strategi behavioral, strategi psikodinamik/psiko analitik dan sebainya. Jadi tegasnya proses pendidikan adalah hasil kerja sama dari faktor-faktor yang di bawa ketika lahir dengan lingkungan.
E.       Aliran Progresivisme
Tokoh aliran progresivisme adalah john dewey.  Aliran ini berpendpat bahwa manusia mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi serta mengatasi masalah yang bersiat menekan, ataupun masalah-masalah yang bersifat menekan dirinya. Aliran ini memendang bahwa peserta didik mempunyai akal dan kecerdasan. M anusia memiliki sifat dinamis dan kreatif yang di dukung oleh kecerdasanya sebagai bekal. Peningkatan kecerdasan menjadi tugas utama prndidikan, yang secara teori mengerti karakter peserta didiknya.
Peser didik tidak hanya di pandang sebagai kesetuan jasmni dan rohani, nsmun juga termanifestasikan.  Jasmani dan rohani, terutama kecerdasan perlu di optimalkan . Artinya peserta didik di beri kesempatan untuk bebas  dan sebanyak mungkin mengmbil bagian dalam kejadia-kejadian yang berlangsung di sekitarnya,sehingga suasanabelajar timbul di dalam maupun di luar sekolah.
     `F.      Aliran Konstruktivisme
Gagasan pokok aliran ini di awali oleh Giabatista Viko, seseorang episteminolog Italia. Ia di pandang sebagai cikal bakal lahirnya konstruktivisme. Ia mengatakan bahwa tuhan adalah pencipta alam semesta dan manusia adalah tuan ciptaan (Paul Suparno,1997:240.)Hanya tuhan yang dapat mengetahui  segala sesuatu karena Dia penciptasegala sesuatu itu. Bagi Vico, pengetahuan dapat menunjuk struktur konsep yang di bentuk.
Aliran ini di kembangkan oleh Jean Pieget. Melalui teori perkembangan kognitif,  Pieget mengemukakan bahwa pengetahun merupakan interaksi kontinu individu satu dengan lingkunganya. Pengetahuan merupakan suatu proses, bukan suatu barang.  Menurut Piaget mengerti adalah proses adaptasi intelektual antara pengalaman dan ide dengan pengetahuan yang telah di milikinya.

         Aliran ini juga mempunyai bahwa pengetahuan mutlak di peroleh dari hasil kontruksi kognitif dalam diri seseorang , memiliki pengalaman yang di terima lewat panca indra . Aliran ini beralasan bahwa pengetahuan bukan barang yang bisa di pindahkan sehinggga jika pembelajaran di tunjuk untuk enstranfer ilmu , perbuatan iti akan sia sia .   

No comments:

Post a Comment